Jumat, 24 November 2017

Sistem Pendingin

SISTEM PENDINGINAN


A.    Perlunya pendinginan
Untuk mengurangi panas yang diserap oleh bagian-bagian motor sehingga tidak terjadi kerusakan

B.     Fungsi sistempendinginan
Untuk memperoleh temperatur kerja motor yang tetap ( 90 0 C)

a. Sistem Pendinginan Air Sirkulasi Pompa
1) Nama-nama bagian

Gambar. Sistem Pendinginan Air Sirkulasi  Pompa
1.
Kantong air
6. Pompa air
2.
Slang radiator bagian atas
7. Ventilator
3.
Slang radiator bagian bawah
8. Tutup radiator
4.
Radiator
9. Reservoir air
5.
Termostat

2) Peredaran air saat temperatur kerja motor belum tercapai
Gambar Peredaran Air Saat Temperatur Kerja Motor Belum Tercapai
Temperatur air dibawah temperatur buka termostat, air mengalir dari kepala silinder melalui aluran by pass masuk blok motor (peredaraan dalam motor) Tujuannya: Agar semua bagian motor akan di panaskan secara merata (agar temperatur kerja motor dapat cepat tercapai)

3) Peredaran air temperatur kerja motor sudah tercapai
Gambar. Peredaran Air Temperatur Kerja Motor Sudah Tercapai
·         Temperatur air mencapai temperatur buka termostat, air mengalir dari kepala silinder ke radiator melalui slang atas, air dingin dipindahkan dari radiator ke blok motor melalui slang bawah
·         Peredaran  air  diatur  oleh  katup  termostat  supaya  temperatur  air mencapai temperatur kerja
·         Temperatur kerja motor 70 – 1000C
·         Tujuannya agar air pendingin motor dalam keadaan temperatur kerja


5) Pompa Air Radiator
Fungsi pompa air
Untuk melancarkan peredaraan air melalui motor dan radiator supaya pendinginan merata danefisien

6) Bagian-bagian pompa air



Gambar 5.4 Bagian-bagian Pompa Air


1.     Poros pompa air
2.     Unit gelinding dengan perapat dan pengisian vet permanen
3.     Impeler
4.     Saluran masuk ( dari bagian bawah radiator )
5.     Saluran buang ( ke blok motor )
6.     Sil pompa air
7.     Lubang pelepas
8.     Flens puli penggerak


7) Sil pompa



Untuk menahan agar air tidak masuk ke dalam bantalan dan poros pompa air.
Sil arang mengurangi gesekan pada karet perapat.
Pegas untuk menekan sil arang terhadap impeler.

Gambar. Sil Pompa









8) Fungsi lubang pelepas


Untuk  mengeluarkan air sewaktu cincin arang bocor, agar air tidak masuk ke dalam bantalan dan poros pompa air sehingga terjadi karat, bantalan pompa cepat rusak.





                           Gambar . Lubang Pelepas
9) Fungsi radiator
Untuk memindahkan panas air pendingin ke udara luar
a) Bagian-bagian radiator
Gambar. Radiator


1. Tabung air atas                                               6. Kisi-kisi
2. Tabung air bawah                                          7. Sirip-sirip
3. Sambungan slang atas                                    8. Tutup radiator
4. Sambungan slang bawah                               9. Kran pembuanng

10) Termostat
Fungsi :
Untuk mempercepat temperatur kerja air pendingin pada saat motor masih dingin, serta mengatur peredaraan air pendingin yang menuju ke radiator (pada saat motor panas
a) Termostat jenis lilin
Pembukaan berdasarkan pengembangan lilin (pengembangan lilin sesuai dengan  temperatur           air pendingin)






Gambar. Termostat Jenis Lilin

Cara kerja termostat jenis lilin


Motor dingin
Termostat tertutup bila temperature air pendingin rendah, aliran air menuju radiator terputus          (terjadi sirkulasi tertutup)





Motor    pada     temperatur kerja
Termostat mulai membuka bila temperatur air pendingin antara 75 – 900 C  air pendingin      mulai   mengalir
menuju radiator



Gambar . Termostat pada Temperatur Kerja

Motor panas
Termostat terbuka penuh bila air pendingin panas sekali (90
–     1000     C),     jumlah     air
pendingin  yang  mengalir  ke radiator banyak.

Gambar . Termostat pada Suhu Motor Panas

c) Termostat dengan katup pengatur by pass
Untuk menutup saluran by pass pada saat termostat terbuka penuh, supaya semua air mengalir menuju radiator sehingga pendinginan lebih efisien




Cara kerja 

Motor dingin

Termostat tertutup katup pengatur by pass terbuka sehingga air  mengalir melalui saluran by                       pass kembali ke blok silinder (sirkulasi tertutup)




Gambar. Motor Dingin


Temperatur kerja tercapai
Termostat    mulai     terbuka sebagian  air mengalir menuju         radiator dan sebagian   mengalir   melalui
saluran by pass

Gambar . Temperatur Kerja Tercapai



Motor panas
Termostat     terbuka     penuh katup pengatur by                     pass menutup saluran by pass sehingga semua air mengalir menuju radiator

Gambar . Motor Panas



2)    Gangguan–gangguan pada termostat
a. Motor tidak mencapai temperatur kerja 750 – 900 C

Alasan
Tanpa termostat Termostat,  macet (keadaan terbuka) Membuka terlalu  awal Akibat
Temperatur  air  pendingin terlalu rendah
Keausan     pada     dinding silinder lebih cepat
Bahan bakar boros


Gambar . Gangguan-gangguan pada Termostat
(Termostat Terbuka)

b. Kelebihan panas, air pendingin mendidih



Alasan
Termostat tidak membuka Termostat membuka terlambat Pemasangan terbalik
Akibat
Air   pendingin    mendidih   dan keluar
Kepala silinder retak/ melengkung
Piston macet


Gambar .Kelebihan Panas,Air Pendingin Mendidih

11) Tutup Radiator dan Reservoir Air
Fungsi :
·         Menutup radiator
·         Mengatur dan menaikkan tekanan dalam sistem pendinginan

Alasan untuk menaikkan tekanan pada sistem pendingin
·         Temperatur didih air tergantung pada tekanan
·         Tekanan  semakin  naik,temperatur  didih  semakin  tinggi   sistem pendingin lebih aman
·         Contoh :dengan kelebihan tekanan 100 kpa (1 bar) temperatur didih air naik sebesar 250 C
Bagian-bagian tutup radiator


Gambar. Bagian-bagianTutup Radiator



a) Fungsi katup pelepas
Untuk membatasi tekanan yang ditimbulkan panas air pendingin antara 80 – 120 kpa ( 0,8 – 1,2 bar )









                                                            Gambar . Katup Pelepas
 b) Fungsi katup hisap
Untuk menyeimbangkan tekanan pada saat motor menjadi dingin, sehingga tidak terjadi vakum dalam sistem

Gambar . Katup Hisap



12) Sistem Ventilator
a) Macam-macam konstruksi ventilator
(1)  Ventilasi dengan penggerak rigid ( penggerak kaku )



Gambar. Ventilasi dengan Penggerak Rigid (Penggerak Kaku)

Kipas digerakkan oleh sabuk penggerak
Hasil ventilasi tergantung pada putaran motor

(2)  Ventilator dengan kopling fluida /Visco Fan

Kopling fluida dipasang diantara penggerak dan kipas


Kipas      direncanakan       supaya dengan              putaran               motor                   yang lambat terjadi ventilasi yang baik (bersirip banyak)


Pada putaran yang tinggi, kopling fluida agak selip, maka putaran ventilator tidak bertambah lagi


Kopling fluida dengan pengatur bimetal



Gambar 5.21 Kopling Fluida dengan Pengatur Bimetal


Pada kopling fluida jenis ini aliran oli diatur oleh katup bimetal yang  bekerja                            berdasarkan  temperatur  angin  yang  lewat radiator.Pada  temperatur  rendah  putaran  kipas  mengalami slip, pada temperatur tinggi kipas bekerja hampir sama seperti rigid.
Temperatur tinggi kipas bekerja hampir seperti yang rigid.



Gambar. Diagram Temperatur Kopling fluida





c. Kipas listrik

Kipas    ini                  dihidupkan           dan dimatikan                 atas           perintah sakelar              temperatur   yang terletak pada bagian rumah radiator


Keuntungan :

Kipas     ini     hanya      hanya bekerja pada saat dibutuhkan saja
Pendingin lebih efisien


Gambar Kipas Listrik

Rangkaian  kipas  listrik  (contoh  :  Toyota,  Mazda,  Daihatsu Charade)


Gambar. Rangkaian Kipas Listrik
Informasi :
Pembukaan  dan  penutupan  saklar  temperatur  tergantung  pada konstruksi mobil yang bersangkutan
Kipas  listrik  model  ini  digunakan  pada  mobil  penggerak  roda depan

2. Pembersihan Sistem Pendinginan
Keselamatan Kerja :
Pada waktu motor masih panas, perhatikan waktu membuka tutup radiator!


Langkah Kerja :
 Membongkar radiator
Keluarkan air pendingin dari radiator dengan membuka kran bawah dan pasangkan bak penampung


Gambar. Kran Pembuang Air Radiator

-     Jika tidak tepasang kran pembuang lepaskan slang radiator bawah
-     Lepaskan slang radiator atas
-     Lepas baut-baut pengikat rumah kipas, jika radiator terpasang rumah kipas tersebut.
-     Lepas baut-baut pengikat radiator pada rangka

-     Keluarkan radiatornya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar